Saya menderita alergi sejak kecil. Dokter memvonis saya menderita alergi karena faktor keturunan. Saya pun sudah menjalani pemeriksaan alergi, dan dinyatakan sensitif terhadap debu rumah, asap, tungau, dingin, dan seafood.

Sejak kecil, hampir setiap hari saat bangun tidur, saya mengalami bersin-bersin yang melelahkan, hingga mata berair dan pilek. Biasanya gejala ini baru mereda ketika menjelang siang. Dan saya sangat sensitif terhadap debu. Bahkan pensil yang tergeletak di meja bisa membuat saya bersin-bersin tanpa henti. Apabila gejalanya bertambah berat, bisa diikuti dengan sesak napas. Saya tidak berani menyantap udang yang berukuran besar dan kepiting.

Pernah suatu hari saya beranikan diri memakannya, hasilnya malam itu saya mengalami gatal-gatal diseluruh tubuh. Bentol-bentol merah diseluruh tubuh muncul disertai rasa gatal yang amat sangat. Dan penderitaan saya diperparah dengan napas yang sesak sehingga malam itu saya tidak dapat tidur sampai pagi. Pengalaman itu memberikan kenangan buruk buat saya sehingga saya selalu menjaga kebersihan dan makanan saya hingga saya dewasa. Hingga sebelum saya mengenal Tahitian Noni, obat CTM dan obat-obatan flu selalu menjadi langganan saya.

Pertama kali saya mencoba Tahitian Noni saat memasuki bulan Ramadhan Tahun 2010 yang lalu. Saya teringat sahabat saya pernah mengatakan bahwa Tahitian Noni bisa membantu orang yang berpuasa. Mulai dari memperlambat munculnya rasa lapar, meredakan gejala maag, menambah energi, dan meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit. Saat itu saya berpikir, “mengapa tidak dicoba?” Saya hanya berharap Tahitian Noni dapat membantu menjaga kebugaran saya saat berpuasa.

Akhirnya saya dan istri mulai minum Tahitian Noni Original hampir setiap sahur sebanyak 30 – 60 ml setelah makan sahur. Apa yang saya harapkan benar terjadi. Saya merasakan rasa lapar yang tadinya biasa muncul sekitar jam 10 pagi, jadi bergeser ke sekitar jam 1 siang. Dan saya pun merasakan tubuh lebih berenergi sehingga aktifitas harian bisa saya jalani dengan baik. Mulanya saya tidak merasakan adanya perbaikan pada alergi saya, hingga di salah satu malam dibulan Ramadhan itu saya bersama istri makan seafood diluar. Istri saya memesan kepiting balado kesukaannya.

Saya pun tertantang untuk membuktikan keampuhan Tahitian Noni, terhadap alergi yang saya alami. Maka saya memberanikan diri menyantap kepiting yang sama. Dan benar saja, harapan saya menjadi kenyataan. Malam itu saya dapat tidur pulas tanpa mengalami gatal-gatal dan sesak napas.

Saya sangat gembira saat bangun pagi. Dan mulai meyakini keampuhan Tahitian Noni. Saya pun mencoba lagi makanan yang sama dilain hari, masih pada bulan yang sama. Hasilnya sama, gejala alergi saya tidak muncul sama sekali. Saat itulah saya baru menyadari bahwa bersin-bersin saya di pagi hari sudah hilang sejak saya rutin mengonsumsi Tahitian Noni. Dan kalau terkena debu, gejala bersin yang muncul tidak separah biasanya dan cepat reda.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas pertolongan yang Ia berikan melalui Tahitian Noni. Saya sangat bersyukur bahwa saya tidak menutup hati dan telinga saya sehingga tidak menolak saran sahabat saya untuk mencoba Tahitian Noni. Dan hingga tulisan ini dibuat, saya tidak lagi sensitif terhadap berbagai macam pemicu alergi seperti yang dokter nyatakan dulu saat saya masih kecil. Dan gejala alergi apapun tidak muncul lagi saat ini, serta tidak ada lagi stok CTM dan obat-obat flu di rumah saya.

Saya berharap kisah saya ini dapat menginspirasi semua orang untuk mau mencoba Tahitian Noni sebagai salah satu ikhtiar dalam mencari kesembuhan.

Terima kasih. Salam sehat dan sukses selalu.. Ia Orana!

0 Comments

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 Antiglikasi.Com

or

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

or

Create Account